Minggu, 29 September 2013

Kisah Pangeran Diponegoro

Sumber disini

Pangeran Diponegoro lahir di Yogyakarta, 11 November 1785. Pangeran Diponegoro nama aslinya adalah Raden Mas Ontowiryo. Pangeran Diponegoro tidak terpilih menggantikan ayahnya Sultan Hamengku Buwono III menjadi raja karena ibunya Pangeran Diponegoro bukan permaisuri.

Pada tahun 1820-an Belanda sudah memasuki dan mencampuri urusan kerajaan-kerajaan Jawa termasuk Kesultanan Yogyakarta. Para bangsawan diadu domba. Tanah-tanah kerajaan banyak yang diambil untuk perkebunan milik pengusaha-pengusaha Belanda. Pangeran Diponegoro merasa tidak senang, lalu pergi dari keraton dan tinggal di Tegalrejo. Hal ini dijadikan Belanda menyerang Tegalrejo. Dengan demikian pemberontakan. Tanggal 20 Juni 1825 pasukan Perang Diponegoro/Perang Jawa (1825-1830). Setelah Tegalrejo jatuh, Pangeran Diponegoro pindah di Gua Selarong yang kemudian dijadikan markasnya. Beliau dalam berperang melawan Belanda dibantu oleh Kyai Mojo Ulama dari Surakarta dan Panglima Perang Sentot Ali Basya Prawiryodirjo, tak ketinggalan pamannya Pangeran Mangkubumi. Lalu perang dilancarkan perang gerilya (perang secara sembunyi-sembunyi). Belanda kewalahan menghadapi taktik perang ini.

Pada tahun 1829 perlawanan semakin kurang, karena beberapa tokoh utama seperti Panglima Perang Sentot Ali Basya Prawiryodirjo menyerah. Namun, perlawanan masih berlanjut terus. Belanda mengumumkan akan memberi hadiah sebesar 50.000 golden kepada siapa saja yang dapat menangkap Pangeran Diponegoro, lalu Jenderal Belanda bernama Hendrik De Cock menjalankan cara yang licik yaitu dengan cara mengundang Pangeran Diponegoro untuk berunding di Magelang pada tanggal 28 Maret 1830, tapi Pangerang Diponegoro malah ditangkap dan dibuang ke Menado. Kemudian dipindahkan ke Ujungpandang. Pangerang diponegoro meninggal dunia di Benteng Rotterdam, Ujungpandang. Pada tanggal 8 Januari 1855 dan dimakamkan disana.

Itu dia Kisah Pangeran Diponegoro, semoga bermanfaat ^^

Artikel Terkait