Rabu, 02 Desember 2015

Persamaan Wanita Dengan Bahasa Pemrograman C++

Gue udah mulai yang namanya Ujian Akhir Sekolah, biasa disebut UAS. Senin kemarin, 30 November dimana hari ketiga gue menjalani ujian akhir semester ini, untuk menentukan ke semester selanjutnya. Mata pelajaran yang diujikan hari senin ada tiga mata pelajaran; Pend. Agama, Kimia, dan MPA C++. Ya, mata pelajaran produktif yang diujikan pada hari senin adalah C++.

Gue agak kurang mengerti sama pelajaran produktif ini. Mungkin ada dua alasan kenapa gue kurang mengerti sama pelajaran ini. Pertama untuk masalah teori, gue kurang membaca catatan. Kedua untuk masalah praktik, gue kurang yang namanya mengulang.

Ya, kunci utama agar bisa membuat apapun itu programnya dengan bahasa pemrograman, sering-sering untuk mengulang dan latihan di rumah. Apa manfaatnya? Rasakan sendiri ya, wahai anak RPL.

uwedzblog.com - Persamaan Wanita Dengan Bahasa Pemrograman C++

Membahas tentang bahasa pemrograman yang populer ini, C++, gue sedikit mau curhat tentang bahasa yang diciptakan oleh Bjarne ini, C++ (baca: c plus-plus). Kurang lebih setahun gue mempelajari bahasa pemrograman ini (walaupun masih kurang mengerti banget hehe), gue merasa ada persamaan antara bahasa pemrograman C++ dengan Kaum Hawa. Iya. Wanita. Persamaan yang bagaimana? Yang seperti ini!

1. Sulit dimengerti

Bahasa pemrograman C++ bukanlah HTML, bukan juga CSS, yang mudah dimengerti begitu aja. Bak nya wanita, bahasa pemrograman ciptaan Bjarne tahun 80-an inipun sulit untuk dimengerti. Jujur, gue merasa persamaan ini yang paling kentel banget.

Pasti kalian juga setuju dengan point yang pertama ini. Kebanyakan wanita pasti sulit dimengerti. Iya kan? (Udah, jawab aja iya! :D). Gue pun harus mengakui, bahwa wanita itu memang sulit dimengerti. Sulit dimengerti dalam hal apapun. Oke. Dalam hal apapun.

2. Sulit dipahami

Setelah mengerti bahasa pemrograman itu, pasti kita berusaha untuk memahaminya. Untuk bahasa pemrograman ini, gue pun sulit memahami bahasa pemrograman ciptaan si Bjarne.

"Hey, Bjarne, kenapa bahasa pemrograman-mu sulit dipahami?", gue bertanya dengan diiringi keluhan.

"Ya itu salahmu sendiri. Makanya rajin mengulang dan latihan. Jangan kerjanya mengeluh saja!", Bjarne menjawab dengan nada yang lantang.

Setelah gue analisa, sifat dari bahasa C++ inipun sama dengan wanita. Alah, lagi-lagi wanita. Iya, tapi kenyataannya begitu. Sulit dipahami.

...

Sekian persamaan wanita dengan bahasa pemrogramannya. Sebenarnya masih banyak lagi persamaan antara wanita dengan bahasa pemrograman. Tapi, di sini gue mengambil yang umum saja ehehe.. Oke segitu aja curhatan dari anak RPL. Babay!

Artikel Terkait

2 comment

Sebenernya mudah buat dimengerti, pahami nya itu yang susah :D

sejatinya, kode2 wanita lebih sulit dipecahkan ketimbang kode2 html dan pemrograman lainnya


EmoticonEmoticon